Thursday, September 16, 2010

yang merdeka itu bangsa indonesia !

Salah satu kesalahan terbesar di bangsa ini adalah sudah tahu itu salah tapi tetap dibiarkan saja.rasa kepedulian kita akan sejarah juga belumlah sampai pada tahap apreciate yang baik, seperti layaknya orang-orang di luar sana terhadap sejarah bangsanya.tanggal 17 agustus 2009 nanti (emang sih masi 9hari lagi dari sekarang) kita seluruh rakyat bahkan aparat negara mulai dari presiden sampai yang terbawah selalu mengulangi kesalahan yang sama tiap tahun nya.di spanduk-spanduk yang besar di jalan2, bahkan di tempat-tempat instansi pemerintahan dll semua bertuliskan “dirgahayu RI ke 64″ “HUT RI ke 64″ dan ketika upacara kenegaraan diselenggarakanpun untuk memperingati kemerdekaan RI.padahal itu salah besar! kenapa? karena pada 17 agustus 1945 yang merdeka adalah Bangsa Indonesia! saat itu Sukarno belumlah menjadi presiden, belum ada UUD, belum ada kabinet, dan lain lain lagi yang merupakan syarat dari sebuah negara.mari kita tengok sejenak kebelakang :Setelah Jepang memulai keterlibatan mereka dalam Perang Pasifik dengan mem bom pearl harbour, maka dengan singkat pula Jepang menyerbu masuk indonesia secara gemilang, Jepang menduduki Tarakan pada tanggal 11 Januari 1942, Palembang pada tanggal 14 Januari, Manado pada tanggal 17 Januari, Balikpapan pada tanggal 22 Januari, Pontianak pada tanggal 22 Februari, dan Bali pada tanggal 26 Februari 1942.Dalam upaya merebut pulau Jawa, Jepang membentuk Operasi Gurita. Gurita Barat dimulai dari Indo-Cina melalui Kalimantan Utara dengan sasaran Pulau Jawa, sedangkan Gurita Timur dimuai dari Filipina melalui selat Makasar menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Operasi Gurita Barat tidak mengalami kesulitan mendarat di Eretan (Indramayu) dan Banten, sedangkan Gurita Timur harus menghadapi Sekutu dalam pertempuran laut dekat Balikpapan (Kalimantan Timur). Juga di Laut Jawa (The Battle of the Java Sea) terutama diperairan antara Bawean, Tuban, dan Laut Rembang berlangsung pertempuran selama 7 jam pada tanggal 27 Februari1942.Untuk menghindari semakin banyak korban, terutama keluarga-keluarga Belanda yang semakin banyak memadati daerah Kalijati, Belanda terpaksa menyerah kalah terhadap Jepang pada tnggal Maret 1942 dan menandatangani perjanjian Kalijati. Perjanjian itu ditandatangani bersama oleh Tjarda van Starkenborgh Starchouwer (Gubernur Jendral Hindia-Belanda) dan Jendral Hitoshi Imamura (Koman Gurita Barat) dari Jepang serta Letnan Jendral Heindrik Ter Poorten (Pnglima Tentara Belanda).dan setelahnya jepang pun menguasai indonesia menggantikan belanda hampir 3,5 tahun lamanya. sampai akhirnya bom atom hiroshima dan nagasaki pada 6 dan 9 agustus 1945 mengharuskan mereka menyerah tanpa syarat pada sekutu, dan hal ini mengakibatkan terjadinya Vacuum of Power / kekosongan kekuasaan pada 15 - 18 agustus 1945. yang dimana situasi kekosongan kekuasaan inilah yang membawa bangsa ini pada kesempatan penyelenggaraan Proklamasi Kemerdekaannya!ya pada tanggal 17 agustus 1945 telah terjadi moment maha penting! dimana di hari itu bangsa ini mencapai pencapaian perjuangan panjang yang telah dilakoninya, dimana kaki bangsa ini telah menjejak pada tanah kemerdekaan yang sekian lamanya telah dicari-cari, telah dituju dengan segenap kekuatan pergerakan perjuangan rakyat yang terbelenggu penjajahan nan penuh derita.dilanjutkan dengan pembentukan Negara pada keesokan harinya melalui sidang PPKI yang mengangkat Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, serta mengesahkan UUD 1945, juga pembentukan KNIP. yang lalu pada sidang kedua tgl 19 - 8 - '45 membagi wilayah administrasi menjadi 8 provinsi.kesemua itu menandakan bahwa Negara Indonesia yang berbentuk Republik barulah lahir pada 18 dan 19 Agstus 1945, dimana syarat sebuah Negara telah terpenuhi semua di kedua hari itu.dari kilas masa lalu diatas dapat kita temukan bahwa tanggal 17 agustus 1945 adalah hari pernyataan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka dan bukan hari pembentukan Negara Indonesia.sukarno dilantik menjadi presiden pada keesokan harinya 18 agustus 1945 dan hari itu juga di sah kan UUD 1945 yang menjadi konstitusi negara. distulah baru NKRI terbentuk secara sah !jadi yang merdeka pada saat itu adalah Bangsa Indonesia! kalopun kita mau memperingati “HUT RI” yang harusnya kita peringati ya pada 18 agustus nya. karena 17 agustus harusnya kita memperingati Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia!namun yang selalu tertulis dan kita rayakan tiap tujuh belasan adalah HUT RI, padahal disini jelas bahwa RI (Republik Indonesia) -- disitu ada kata Republik-- yang dimana arti dari Republik adalah bentuk dari suatu negara, seperti halnya bentuk2 negara yang lainnya juga seperti Monarki atau Serikat.lalu kapan bangsa indonesia itu lahir? pada tanggal 28 oktober 1928 lah bangsa ini lahir lewat sebuah ikrar bersama sekitar 750 pemuda yang hadir untuk mewakili kaum nya masing-masing!yang mengherankan sampai hari ini 28 oktober tidak pernah kita peringati secara besar dan selayaknya, padahal itu adalah moment terpenting dalam jalan nya sejarah bangsa ini.dimana bangsa ini terlahir dari sebuah ikrar sumpah yang akhirnya mengikatkan seluruh komponen yang beraneka ragam untuk berfusi menjadi satu dan bercita-cita mencapai tujuan yang satu pula untuk kesejahteraan bangsa.saya heran apakah kurang ahli sejarah di bangsa ini? tentu tidak juga.atau kah mereka tidak mau menyuarakan hal ini kepada pemerintah?Atau malah pemerintah itu sendiri termasuk sang presiden yang berslogan ‘lanjutkan’ itu mau terus selalu meneruskan kesalahan yang sama berulang kali dalam perjalanan sejarah bangsa ini?alias juga selalu membiarkan bangsa ini tak pernah terijinkan untuk belajar pada kemurnian jalannya sang sejarah bersama seluruh fakta di dalamnya.bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghormati jalannya sejarah bangsanya secara utuh dan benar.Sehingga melalui keutuhan dan kebenaran sejarah itu sendiri bangsa ini dapat tau dan melangkah tepat secara bijak untuk hari depan dimana seharusnya cita-cita para pendahulu kita telah berjejak kokoh di pangkuan ibu pertiwi !


"...........Barang siapa sungguh menghendaki kemerdekaan buat umum, segenap waktu ia harus siap sedia dan iklas buat menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri..." -- Tan Malaka

- andreas -

Monday, November 23, 2009

that's why it's called Cape of a Good Hope!
quote itu saya denger dari percakapan antara kapten kapal bahtera setelah mendapat citra satelit kepada para penumpang kapal tersebut. itu adalah cuplikan bagian akhir film 2012 yang sedang heboh2nya diputer di seluruh bioskop tanah air.
saya sendiri barusan nonton tadi,terdorong oleh rasa penasaran..kayak apa sih tu film. taunya setelah nonton,ternyata saya pikir biasa aja..critanya pun standar crita film2 sejenis seperti independence day nya will smith, armagedon nya bruce willis dll.
cuma mungkin bolehlah kita katakan mereka sangat berhasil didalam segi promosi sehingga hasilna emang benar2 membuat masyarakat penasaran.
well.. terlepas opini apapun tentang itu film, termasuk juga polemik mengenai kiamat or the end of the world yg di gambarkan di film itu, buat saya yg paling mengena di benak ini adalah quote percakapan di adegan akhir film tersebut seperti yg sudah saya tulis di atas.
entah kenapa.. hal itu begitu menarik saya.
dikisahkan setelah badai tsunami berlalu dan bahtera tersebut telah mengapung bebas di lautan luas, mereka menemukan bahwa benua afrika telah menjadi dataran paling tinggi di saat itu, dan untuk melanjutkan misi mereka demi kelangsungan hidup umat manusia. maka diputuskan untuk berlayar menuju kesana.
entah apa pula yg terlintas di pikiran sang kapten sehingga ia harus menceletukan sebaris kalimat itu "itulah mengapa tempat itu di namakan Tanjung Harapan/Cape of a good hope"

buat sebagian dari kita mungkin tak terasa asing mendengar nama itu : Cape of a good hope/Tanjung Harapan, jaman sekolah dulu itu kita pelajari dalam pelajaran geografi.
yaa..tanjung harapan adalah berupa tanjung yg berada di sepanjang pantai selatan benua afrika,
mari kita lihat sedikit sejarah mengenai Cape of a good hope ini :

Setelah perjanjian Thordesillas pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Diaz mencoba mencari jalan keluar untuk menemukan dunia Timur (pusat rempah-rempah). Namun pelayarannya Bartholomeus Diaz hanya sampai di ujung Afrika Selatan (1486). Hal ini disebabkan oleh besarnya gelombang ombak Samudera Hindia, sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Diaz tidak berhasil melewatinya. Oleh Bartholomeus Diaz tanjung itu dinamakan Tanjung Pengharapan (Cape og Good Hope atau Tanjung Harapan sekarang).

jauh sebelumnya adalah berawal dari penemuan Copernicus yang di dukung oleh Galileo Galilei bahwa bumi itu bulat.
dahulu semua beranggapan bahwa bumi itu datar sehingga jika seseorang berlayar di laut menuju ujung laut maka ia akan terjatuh ke dalam jurang.
semuanya itu akhirnya terbantahkan langsung setelah teori heliosentris copernicus dibuktikan dengan pelayaran bangsa portugis di bawah pimpinan bartholomeus diaz.

saya tak mau berpanjang-panjang membahas sejarah cape of a good hope ini, tapi pada intinya : Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo-Galileo menyatakan bahwa bumi ini bulat. Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut (salah satunya Bartholomeus Diaz) karena orang yang berlayar ke dunia Timur tidak akan tersesat. Semakin ke Timur akan sampai ke tempat semula.

memang pada akhirnya Bartholomeus Diaz sendiri tidak berhasil melewati tanjung harapan tersebut, tapi ia lah orang pertama yang menyusurinya dan menamai nya. setelahnya pelaut2 berikutnya seperti vasco da gama dan alfonso d'alburque meneruskan pelayaran berikutnya menuju belahan dunia timur sehingga mereka mencapai malaka setelah melewati india.
tapi pelaut2 tersebut tentu tak akan pernah sampai ke timur andai tak pernah ada orang yang mencoba sebelumnya seperti yang di lakukan bartholomeus diaz tersebut.

mencapai belahan timur bumi di anggap suatu hal yang mustahil dilakukan sebelum di temukannya rute melewati tanjung harapan ini.
dan inilah kaitannya kenapa tanjung tersebut di sebut tanjung pengharapan/ Cape of a good hope.
karna memang pada saat itu (jangan bandingkan dengan pelayaran modern sekarang ya!).
karna rute yang melewati tanjung tersebutlah yang akhirnya memberi pengharapan jalan menuju belahan bumi bagian timur bagi orang-orang barat.

hal yang terlintas di pikiran saya pada saat adegan akhir film 2012 tersebut adalah sejenak menjadi terbayang seandainya saya hidup di abad ke 15an tersebut dan berada pada posisi seperti para pelaut itu ataupun juga menjadi seorang Bartholomeus Diaz.
tentu saya pun akan terjebak pada keputus asaan untuk dapat menemukan jalan ke timur layaknya para pelaut2 sebelum era Bartholomeus Diaz.

benak saya tersentuh pada kenyataan bukankah kehidupan ini sendiri kadang membawa kita pada suatu pelayaran yang berat untuk menemukan jalan pengharapan yg kita semua idamkan.
mungkin adakalanya kita semua terjebak terombang-ambing di tengah lautan kegelisahan akan pengharapan yang kita cari demi jalan keluar bagi permasalahan yang kita hadapi.
tapi sadar tak sadar..jika kita terus menggeliat menepiskan setiap tawaran keputus asaan yang mencoba menghentikan langkah kita untuk terus berusaha, saya percaya bahwa setiap usaha yang didasari iman kepercayaan dan pengharapan akan memampukan kita semua melakukan pelayaran melewati tanjung harapan- tanjung harapan yang kita miliki untuk sampai pada hasil akhir dari perjuangan akan pengharapan itu sendiri. yang tentu saja adalah sebuah hasil akhir yang sesuai seperti apa yang kita simpan kuat didalam pengharapan yang kita perjuangkan itu.

sejarah membuktikan bahwa dibalik setiap perjuangan selalu ada hasil yang tak pernah mengecewakan pengharapan itu sendiri.
sekecil dan sejauh apapun pengharapan itu asalkan kita setia untuk bergigih memperjuangkannya tak kan pernah menjadi sia-sia.
itu adalah bukti betapa yang namanya pengharapan merupakan sebuah bahan bakar untuk kita tetap move on,bergerak dan tidak berhenti dalam meraih sesuatu yang kita pikir adalah layak untuk kita dapatkan lewat perjuangan kita.

pengharapan adalah seperti bahan bakar bagi semua mesin motor, secanggih apapun jg sebuah kendaraan (entah itu kendaraan laut,udara atau darat), sehebat apapun juga sebuah kendaraan diciptakan tak akan mampu membawa seseorang sampai pada tempat tujuan tanpa adanya bahan bakar.

demikian juga hidup itu sendiri.. sehebat apapun kita merancang masa depan yg kita inginkan, secanggih apapun kita memperhitungkan segala segi resiko atas apa yang kita kerjakan, semantap apapun jg dari tekad kita untuk meraih sesuatu yang kita harus dapatkan-- tak akan pernah kita mencapai kepada itu semua tanpa adanya pengharapan itu sendiri sebagai bahan bakar mesin semangat kita!

saya hanya ingin berbagi bahwa dibalik semua tekad dan semangat juang kita untuk meraih sesuatu tak kan pernah menjadikan kita merasa harus untuk memperjuangkan itu semua jika kita tidak menyertai/menaruh pengharapan di dalam hati kita.
hanyalah pengharapan itu sendiri yang akan tetap menjaga nyala api semangat sehinggak tak padam walau harus berlayar melewati/ mengitari sebuah tanjung untuk menemukan jalan kluar bagi setiap masalah hidup..
anyway..bicara masalah hidup dan keharusan diri ini untuk berjuang melewatinya adalah sudah merupakan hal yang tak mungkin kita tawar untuk tidak menjadi bagian dari hidup kita ini.
justru must struglin' hard for the some parts of this life? that's life are for .. :)
tapi toh kita punya pengharapan sebagai bahan bakar mesin semangat kita untuk melaju terus di rel kehidupan yang akan membawa kita sampai di stasiun terakhir dimana segala sesuatu yang kita perjuangkan akan kita lihat hasilnya disitu ^^

last.. We can rejoice n givethank when we run into problems and trials, for we know that they are good for us – they help us learn to endure. And endurance develops strength of character in us, and character strengthens our confident expectation/HOPE! And this HOPE WILL NOT DISSAPOINT us n NEVER FAIL ..


-an-

UNCONDITIONAL LOVE !

Kata-kata yang saya denger dua minggu lalu sederhana aja, Cuma ketangkep sebaris kalimat di telinga ini “Bukan karna apa yang kita lakukan, sehingga DIA mencintai kita, gak ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk membuat Cinta NYA menjadi berkurang atau bertambah karena ini dan itu dari apa yang kita perbuat”

saya pernah mendengar kalimat sederhana serupa beberapa tahun lalu di kisaran 2005,
Sebuah kalimat yang akhirnya membawa penelusuran pikiran saya akan ketidak mungkinan hal tersebut.
Sesuatu yang tak masuk di akal sehat saya saat itu, bahkan cenderung tak percaya dan mengenyahkan pengertian bahwa DIA mempunyai sebuah Cinta yang tak bersyarat.

Cinta yang tak bersyarat or UNCONDITIONAL LOVE.
Cinta yang gak pernah mau tau dan peduli atau mengukur seberapa besar kebaikan yang telah kita lakukan. Atau seberapa juta kali kesalahan yang kita lakukan sehingga berakibat berkurangnya kadar Cinta itu untuk kita.

Mengetahui hal tersebut merupakan anugrah terbesar yang ada di dalam kehidupan ini.
Betapa tidak sang Pencipta Tuhan Maha Besar yang sedari mula menciptakan kita di bumi ini dengan tujuan tak lain dan tak bukan hanyalah untuk IA Cintai dengan CintaNYA yang besar dan tak bersyarat.

Bagaimana bisa? Begitu banyak dari kita yang berpikir bahwa Tuhan adalah pribadi yang begitu jauh.. jauh tak terlihat, tak tersentuh dan begitu agung sehingga harus kita dekati lewat doa-doa yang begitu kusyuk dengan lutut gemetar ketika kita merasa diri kita berdosa/bersalah atau dengan nyanyian pujian nyaring ketika kita merasa berbahagia.

Sedikit yang mengerti atau bahkan bisa di bilang jarang yang benar-benar mengetahui dan tidak sekedar tahu tapi juga merasakan bahwa DIA adalah pribadi yang dekat dan memiliki Cinta yang tak bersyarat (unconditional Love) untuk kita anak-anakNYA.

Entah kenapa sebelum saya sendiri benar-benar disadarkan bahwa demikian adanya Cinta yang diberikan olehNYA pada saya/kita, saya sendiri begitu sulit menerima kondisi yang seperti itu.. seolah bahwa itu bukanlah kenyataan tapi hanya sekedar dongeng penghibur diri bagi kita manusia, yang manakala ketika kita sudah berada pada posisi ‘aman’ dimana seolah kita tak memerlukan Cinta itu maka kita akan terlupakan oleh dongeng penghibur itu sendiri.

Membayangkan bahwa IA adalah seorang Ayah yang begitu penuh kasih untuk saya dan teman-teman semua adalah sesuatu yang begitu sulit untuk di terima, di karenakan pola pemikiran orang yang sudah terbentuk sekian lama sejak lahir menentukan bahwa Tuhan adalah sosok pribadi yang Agung, besar dan harus disembah dengan penuh ketakutan bilamana kita mendapati diri ini berdosa.
Hal itu disebabkan juga dengan berbagai konsep keagamaan yang telah ada sejak ribuan abad lalu pada masa-masa awal kehidupan manusia itu sendiri,
Sehingga itu yang masuk pada diri manusia selama ini.
Konsep agama apapun selalu menggambarkan sosok Tuhan yang Agung, penuh kuasa, yang marah jika kita melakukan kesalahan, dan yang akan sangat baik kepada kita jika kita berbuat kebaikan.
Semuanya adalah selalu soal hitung menghitung, jika kita lakukan A maka upah nya A, jika kita lakukan ini dan itu maka upahnya pun ini dan itu.
Semuanya penuh syarat ! jika kita ingin beribadah harus ini dan itu, ada ketentuan ketentuan yang mengatur harus seperti apa dan bagaimana kita jika kita ingin beribadah atau jika kita ingin diberkati oleh Tuhan.
Sehingga otomatis tanpa tersadari diri kita terbelenggu dengan konsep-konsep keagamaan tersebut.
Yang seharusnya sebagai manusia kita ini adalah mahluk yang merdeka, tetapi menjadi tidak demikian dikarenakan setiap aturan dan kasih bersyarat dari sang pencipta yang di gambarkan oleh masing-masing agama tersebut.

Bersyukur saya akhirnya menemukan DIA dengan Cinta yang tak bersyaratNYA itu.
DIA yang sebagai PAPA/ Ayah bagi kita anak-anakNYA.
Seorang ayah dimanapun.. di belahan dunia manapun takkan pernah bisa menolak kita saat paling dimana kita melakukan yang terburuk sekalipun.
Apalagi DIA yang memiliki Cinta tak bersyarat itu.
Ketika saya mengerti hal ini, itu mengubahkan segenap pola pikir, segenap aspek kehidupan saya.
Membuat saya merasa MERDEKA penuh atas hidup ini.
Dan yang terpenting membuat saya merasa tetap tenang dan mampu menerima setiap keadaan apapun yang terjadi di kehidupan yang saya lalui.

Ada suatu kisah seorang wanita cantik di Amerika Serikat, yang sangat cantik. Sebutlah namanya Viona.
Ia memiliki segalanya yang di perlukan seorang wanita dalam hidup ini,tapi pada suatu hari dia terkena kanker payudara.
Dimana singkat cerita ia kehilangan semuanya, tubuhnya yang tadinya sangat indah sekarang menjadi tak terurus, rambutnya mulai rontok, dia juga menjadi lumpuh dan harus tinggal di rumah sakit dengan kursi rodanya.
Wanita ini begitu kecewa, begitu marah kepada Tuhan.
Berkali kali ia menangis dan memaki-maki Tuhan, menyesali kehidupannya, menyesali semuanya. Baginya kehidupanya telah berakhir dan tak berguna lagi.
Tapi pada suatu malam yang tenang ketika wanita ini lelah dengan segala kekecewaan dan frustasinya, tiba-tiba sejenak terdengar suara begitu lembut di hati wanita ini :
“viona tak bisakah kamu tetap tinggal tenang dan merasa damai hanya dengan mengetahui bahwa kamu ini anakKU, AKU mencintaimu tanpa syarat viona”
Mendengar suara itu di batinnya viona pun menangis, tapi kali ini tangisnya berbeda..tangis penuh haru dan syukur.
Kini ia tau bahwa Tuhan menCintainya tanpa syarat, didalam kondisi apapun, seperti apapun, dan kapanpun..

kisah itu selalu saya ingat sampai saat ini..
kisah sederhana dengan kata-kata sederhana pula dari Tuhan, yang terkadang saya/kita tak mendengarnya atau mengacuhkannya.
Setelah hari itu saya menyadari bahwa DIA memiliki Cinta yang tak bersyarat sepanjang masa.
Kata-kata “tak bisakah kau tinggal tenang dan damai hanya dengan mengetahui bahwa kamu ini anak KU” membuat saya sadar seharusnya seperti itulah saya.
Tak perlu merasa kawatir akan keadaan,kondisi ataupun penerimaan yang banyak selama ini manusia cari.
Penerimaan adalah salah satu kebutuhan terbesar didalam hidup, maka tak heran manusia selalu berusaha kerasa untuk menampilkan sisi terbaiknya agar ia di terima oleh sesamanya entah itu pacar, entah itu keluarga, entah itu teman, atau bahkan TUHAN sekalipun.
Tapi tak sadarkah kita jika Tuhan tidak memerlukan itu semua, tak memerlukan usaha-usaha kita untuk kita semakin di terima dan di cintai olehNYA.
Karna sudah sedari awal dan mula bahwa tujuanNYA hanyalah satu yaitu untuk MenCintai kita tanpa syarat.
Dan seperti seorang Papa yang akan selalu menerima kita seapa adanya diri ini.
Yang akan selalu mempunyai satu tempat khusus untuk kita di hatiNYA, dan bilamana kita menghilang atau berada jauh dari tempat itu, IA akan sangat kehilangan dan mencari kita untuk bisa kembali lagi di tempat khusus di hatiNYA itu.

Tulisan ini hanyalah sekedar sharing saya kepada teman-teman, semoga selalu ada manfaatnya bagi kita semua.
Dan semoga Cinta yang tak bersyarat dariNYA selalu mengejar kita semua- menangkap kita dan memenjarakan kita didalamnya. Sehingga kita semua beroleh damai sejahtera dan ketenangan serta penerimaan diri yang utuh dihadapanNYA. –Amen.


Who are we? that YOU would be mindful of us
what do YOU see? that's worth looking our way
we are free in ways that we never should be..
sweet release from the grip of these chains.
Lord YOU know our hearts don't deserve YOUR glory.. but still YOU show a love we cannot afford..

- andreas -

Wednesday, August 19, 2009

sedikit recehan buat mereka ..


Ibukota RI atau jakarta ini adalah sebuah kota yang banyak di dapati perempatan/persimpangan jalan yang besar.
Tulisan ini hadir karena apa yang di tangkap oleh kedua mata ini saat setiap kali berhenti atau melewati sebuah perempatan jalan besar di jakarta.
Dari apa yang melekat di mata maka turunlah menjadi sebuah lukisan buram di renungan hati nurani.
Hampir tiap kali berhenti di persimpangan jalan atau lampu merah besar,selalu saja terlihat beberapa sosok mungil tubuh anak-anak jalanan yang lusuh,dekil,kotor dan serba tidak terawat sedang melakukan segala macam upaya mereka untuk dapat memperoleh sedikit uang dari para pengguna jalan raya.
Ada yang mengamen, ada yang menari dengan gaya yang gak jelas.. ada yang dengan cara me lap kaca depan mobil, ada juga yang dengan cara langsung berdiri dan menadahkan tangan mereka di samping kendaraan.
Tentu saja tak selalu apa yang mereka lakukan dengan setiap caranya itu berhasil memperoleh apa yang mereka inginkan, yaitu uang.
Tak jarang mereka harus puas dengan hasil nihil, alis pergi berlalu dengan guratan kekecewaan yang mereka pendam saat traffic light berubah hijau yang berarti setiap kendaaraan harus melaju kembali.
Tapi dengan segera semangat mencoba lagi sesuatu yang mungkin bukan mereka inginkan untuk dijalani itu mendorong mereka untuk melakukannya lagi sesaat setelah lampu traffic light berubah menjadi merah tanda kendaraan-kendaraan yang lain dan berbeda harus berhenti.

Apa yang hadir di hati dan pikiran kita saat tiap kali kita bertemu dengan situasi seperti itu?
saya tau..saya yakin.. cara berpikir kita berbeda, cara pemahaman setiap kita berbeda, dan juga pengetahuan kita akan kehidupan anak-anak jalanan tersebut berbeda.
Ada yang memahami mereka sebagai bagian yang terbuang dari kehidupan social masyarakat, bagian yang hanya mengganggu keharmonisan sebuah ekosistem masyarakat manusia kota.
Atau bagian yang tak sedap- tak enak namun tak bisa disingkirkan dan harus ada di kehidupan social masyarakat kota – sehingga dengan secara otomatis akan menghadirkan status derajat yang lebih baik untuk kita yang memiliki kehidupan lebih baik disbanding mereka. Sehingga dengan demikian kita bisa berbangga dengan apa yang kita punya, dari apa yang kita perjuangkan dan mengatakan : “lihat kita lebih baik dari mereka karena kita telah berjuang, berusaha keras, bekerja dengan baik untuk hidup kita sendiri”

Atau pemahaman seperti apa lagi yang biasanya ada di benak kita?
Sebuah alasan klasik selalu kita genggam manakala kita berhadapan dengan mereka (anak jalanan) yang meminta sebagian paling kecil dari uang yang kita punya.
Yaitu : “ahh..mereka kan di terorganisir! Itu kan ada yang mengorganisirnya, nanti kalo mereka udah dapet duid, mereka setor ke pentolan mreka, -- mreka tuh Cuma alat aja buat ngasilin duid, -- jadi ya percuma ngasi ke mereka, mending ga usah! Mending kita kasih ke yang lebih jelas, lebih pasti aja.”
Toh saudara kita atau family kita aja mungkin ada yang lebih butuh, dll.
Demikian alasan klasik terbesar yang selalu dapat kita miliki untuk menangkal kehadiran bocah-bocah kecil itu.

Mungkin ya benar.. mungkin ya tepat semua alasan apapun yang kita punya untuk tidak memberi sedikit dari recehan kita kepada mereka – anak jalanan tersebut.
Dan selalu kita yakin bahwa apa yang menjadi alasan kita adalah selalu tepat. Apalagi jika kita melandasinya lagi dengan ketakutan-ketakutan kita kalau-kalau orang-orang seperti itu akan ngelunjak dan menjadi malas jika kita terus-terusan beri.
Kesannya bocah-bocah itu adalah manusia-manusia tanpa niatan kuat untuk memperbaiki hidup mereka dan akan selalu terus mengandalkan cara-cara jalanan mereka untuk mendapatkan uang yang dipakai sekedar untuk bertahan hidup.
Terpikir bagi otak logika kita bahwa mereka dalam pertumbuhannya akan menjadi manusia-manusia pemalas dan tak berguna.
Atau bahkan mungkin ada juga yang berpikir bahwa sedikit dari recehan kita tak dapat menolong mereka memperbaiki hidup.

Sekali lagi ya.. mungkin benar semua alasan yang kita miliki itu.
Namun pernahkan kita berpikir sejenak, jika kita berada di posisi mereka?
Pernahkah terlintas sebentar saja di nurani ini bahwa Tuhan tak pernah membiarkan kita- manusia memilih untuk di lahirkan dalam keadaan seperti apa dan bagaimana sesuai kehendak kita? TIDAK.. tidak pernah..
Karena justru dengan demikianlah maka mau bagaimanapun kondisi situasi kehidupan manusia di muka bumi ini, mau sekeras apa kita menyangkal adanya DIA didalam hidup ini. itu menjadi batal dan sia-sia.. karena dengan berpikir bahwa kita semua tak pernah bisa memilih mau di lahirkan dalam kondisi seperti apa di bumi ini maka dari situlah kita semua menjadi tahu bahwa ada kekuatan, ada sebuah kehadiran yang kuat yang mengatur semua lini hidup ini yaitu DIA – TUHAN.

Sama halnya jika kita memikirkan mereka – anak-anak jalanan tersebut, cobalah kita berpikir bahwa tanpa dapat mereka pilih untuk terlahir dalam kondisi seperti yang mereka alami saat ini, tapi mereka (anak-anak jalanan) tersebut mau menerima apa yang mungkin tidak mereka kehendaki terjadi di garis hidup mereka, mereka mau menerima kondisinya dan mencoba untuk terus hidup di hadapan kita sesama manusia ciptaanNYA yang mungkin malah bisa jadi dengan kehadiran mereka membuat perbedaan status derajad kita yang memliki hidup lebih baik menjadi seperti seakan kita berada diatas jauh lebih baik dari mereka.

Mau seperti apapun juga alasan kita untuk tidak memberi sedikit receh kita pada mereka,
Sebenarnya itu semua tak berhak untuk menahan nurani kita semua dalam mengasihani mereka.
Tak sulit rasanya untuk sekedar memberi Rp.500 atau Rp.1000 dari sebagian besar uang yang kita punya.
Saya rasa itu hanya sekian persen dari keseluruhan rejeki yang kita dapat.
Dan yakin seyakin-yakinnya kalaupun.. taruhlah kita melakukannya tiap hari, tiap saat kita berhenti di lampu merah, lalu di kalikan 30 hari (1 bulan) lalu dikalikan 1 tahun.. itupun tak akan dapat membuat kita bangkrut lalu kelaparan.
Coba dibandingkan mereka itu, yang walaupun di mata kita mereka melakukan cara-cara yang hina seperti meminta-minta, namun belum tentu mereka dapat kenyang dalam satu hari itu. Belum lagi mungkin mereka di eksploitasi oleh oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan mereka, coba bayangkan jika mereka tidak dapat memberi setoran—lalu ditambah juga tak dapat membeli makanan, mau seperti apa mereka? Apakah mereka itu Cuma sekedar onggokan daging di pinggir jalan berbau busuk dan tak perlu kita perdulikan??
Tentu tidak bukan??
Bukankah tanpaNYA, tanpa Kasih AnugerahNYA kita semua pun sebenarnya tak lebih dari debu yang tak layak? Jadi jika kita semua yang telah beroleh Kasih KaruniaNYA di kehidupan ini tanpa harus membayarnya atau membelinya, masihkah kita pelit? dan tak mau berbagi sedikit kehidupan? lewat uang receh kita kepada mereka (anak jalanan) – manusia-manusia yang didalam hati mereka merasa bahwa hidup ini begitu sulit untuk mereka jalani..
Toh..bukankah DIA yang telah mati untuk menyelamatkan kita—menebus hidup kita juga tidaklah mati hanya untuk kita saja? Bukankah DIA juga mati untuk mereka (anak jalanan) juga.. untuk semua dari kita yang menikmati Kasih Karunia Anugerah Kehidupan dengan cuma-cuma tanpa perlu kita harus bersusah payah karna DIA telah menanggung semuanya?
Jadi mari berbagi sedikit apa yang kita punya untuk mereka yang kita selalu dapati dan temui di persimpangan jalan ibukota ini.

Tidak kah kita juga telah mendengar dariNYA ; “siapapun yang melakukan kebaikan (memberi mereka makan,minum dan pakaian) untuk mereka yang kecil ini, maka ia melakukannya juga untuk AKU”.
Begitu banyak orang atau mungkin juga kita yang berpikir bagaimana cara melihat TUHAN? Atau menemukan DIA dimana?
Disana..disitu.. di setiap sudut jalanan yang gelap, pengap, di setiap persimpangan jalan..
Di setiap mata bening bocah-bocah jalanan dan di getir hati nan lara anak-anak jalanan tersebut kita dapat melakukan sesuatu yang berarti untuk DIA yang telah memberi hidup.

Masalah cita-cita, masalah karir atau apapun kita dapat pilih.. tapi kelahiran tak dapat kita pilih..
Kita semua tak dapat memilih lahir di kondisi yang seperti apa dan bagaimana dan dimana..
Kita semua boleh berbangga dengan apa yang kita miliki, apa yang telah kita capai, apa yang telah kita terima.
Namun kebanggaan terbesar adalah bukan apa yang kita terima namun apa yang kita beri.

Disana..
There.. at the end of the world.. we are not what we are born, but what we have in our self to be ..


jakarta - dua hari setelah 64tahun indonesia merdeka
written by
stvnandreas.

Wednesday, July 15, 2009

MU vs Indonesia (kebodohan yang menyenangkan) !?


ada sedikit terpikir suatu hal yang aneh ketika gw coba memikirkan satu ajang akbar tanggal 20 juli nanti. dimana akan di gelar suatu pertandingan sepakbola antara Manchester United vs Team Indonesia Allstar.
Manchester United atau biasa disingkat menjadi MU, merupakan salah satu klub sepakbola papan atas asal kota Manchester Inggris.
saya kira tak ada yang tak tahu nama MU ini, hampir semua dari kita tau- walaupun mungkin tidak tahu dengan detail, tapi minimal pasti pernah mendengar lah nama klub sepakbola Manchester United entah itu lewat media massa atau pun lewat kasak-kusuk kawan ketika mereka bicara tentang sepakbola.

nah tanggal 20 juli 2009 nanti, MU akan melawan Team indonesia all star.
ada yang getir ketika saya memikirkan hal ini.. betapa ini merupakan sebuah kekonyolan berbungkus komoditas dengan mengatas namakan untuk naiknya kehormatan bangsa di mata international.

aneh.. ! dimana anehnya? ya jelas aneh ! karena yang namanya Manchester United adalah sebuah klub, dan MU adalah klub yang berbasis di kota manchester. tapi mereka melawan sebuah Negara ( karena kita menggunakan nama Indonesia disitu).
memang.. tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap siapa itu MU dan Indonesia Negara saya, pertandingan tersebut memanglah sah-sah saja untuk digelar..
tapi ya janganlah mengatakan itu untuk sebuah usaha demi mengharumkan nama indonesia di mata dunia international, setidaknya untuk bidang olahraga.

tidaklah tepat jika alasan itu di gunakan disini, karena kenapa?
karena coba saja nanti setelah pertandingan usai, ya kalo team Indonesia menang tentu saja dada setiap orang indonesia bolehlah di busungkan dengan segagah-gagahnya.
walaupun jika team indonesia menang itu sudahlah seharusnya maklum jika kita pikirkan sebagai hal yang biasa saja.. lah.. wong namanya juga Negara melawan Klub Kota kok.. !!
tapi kalo kalah?? mau apa kita? apalagi yang musti di banggakan? dengan logika sederhana saja mendapati bahwa sebuah kota melawan sebuah negara, dan negara tersebut itu kalah telah akan menjadi sebuah hal yang sama sekali tidak bisa kita banggakan.
apakah kita bisa cukup bangga hanya dengan mendapati bahwa klub sebesar MU mau datang ke indonesia?? sama sekali tidak !
atau kita juga masi bisa dengan segala hormat menepuk dada kita dan mengatakan dengan lantang "ada Garuda di dadaku!"

tapi itulah yang di permainkan oleh segelintir orang untuk mendapatkan uang banyak dengan cara menggelar hiburan yang di labeli dengan merk "hiburan rakyat" dan juga dengan mengusung tema utama demi naiknya reputasi bangsa di mata dunia.
tapi herannya kita tak pernah sadar untuk hal-hal detail di balik apa yang di namakan katanya "hiburan rakyat untuk kehormatan bangsa" tersebut.

orang indonesia - rakyat indonesia senang.. MU yang selama ini aksinya cuma bisa di tonton lewat layar kaca televisi, mau datang dan dapat di saksikan dengan langsung di Senayan.
rakyat senang ada segelintir orang yang mau mensponsori kedatangan MU ke Senayan, yang padahal orang-orang tersebut hanya memikirkan pemasukan untuk kantong mereka sendiri.

tanpa sadar terkadang kita rakyat indonesia begitu mudah di "hibur" dengan hal-hal semacam itu, yang kalo kita mau teliti benar tak ada faedahnya bahkan untuk sekedar menaikan martabat bangsa ini sekalipun.
hiburan sesaat yang membuat semua terlena sejenak dari masi banyaknya hal yang perlu di benahi di rumah kita - Indonesia ini.
toh.. kalopun ada sebuah bentuk usaha untuk menaikan reputasi bangsa atau membuat nama Indonesia di hormati oleh dunia international, tak perlu hanya dengan cara-cara menggelar pertandingan konyol seperti itu.
begitu banyak contoh bentuk-bentuk usaha untuk menaikan martabat bangsa, lewat prestasi manusia-manusia nya di kancah international ataupun lewat pemerintahan yang berfungsi baik sebagai pengatur jalannya peri kehidupan di dalam negrinya, sehingga dengan demikian mata dunia dapat tertuju pada Indonesia sebagai sebuah model Bangsa dan Negara yang patut di segani dan di hormati oleh sesama bangsa-bangsa di dunia.

Soekarno pernah dengan berani mengatakan "walau sampai harus berdarah-darah sekalipun, kita (indonesia) harus tetap berdiri di atas kaki sendiri, di buminya sendiri"
bagi dia tak ada kisah manis bagi Negara-negara miskin seperti Indonesia yang membangun dengan modal dan bantuan asing. semua bentuk tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang di alihkan agar si miskin kaya dan mengejar Barat - hanyalah alat penghisap si miskin yang membuatnya semakin bodoh dan terbelakang.

walaupun konsep "berdiri diatas kaki sendiri" belumlah sampai di tujuan, tapi setidakanya memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa ! daripada hanya sekedar menjual hiburan palsu berlabelkan ("hiburan rakyat untuk reputasi bangsa") - kepada rakyat bangsanya sendiri untuk keuntungan segelintir orang saja.

geram rasanya mendapati ketidakadilan yang disadari oleh semua orang justru seperti sebuah keadilan untuk mereka.
terasa semakin benar adanya bahwa di negeri ini terdapat begitu banyak manusia tetap tertawa sekalipun mereka sedang terbodohi.

tak bermaksud menyerang ataupun tak menyetujui dengan adanya pertandingan MU dan Team Indonesia Allstar nanti.
tapi hanya sekedar berbagi pemikiran, untuk sama-sama kita mau mengerti sekiranya apa-apa saja kah itu yang benar-benar bemanfaat dan berguna bagi bangsa ini- bangsa kita- Indonesia.
di tengah-tengah situasi keadaan jaman di mana hampir sebagian besar rakyat indonesia tak merasa berbangga mendapati dirinya adalah bagian negri ini, yah..setidaknya jangalah kebanggaan itu semakin terkikis oleh adanya niatan sekelompok orang yang menjadikan sebuah hiburan rakyat palsu sebagai komoditas demi keuntungan mereka sendiri.

semoga di hari-hari yang selanjutnya.. kebodohan semacam ini tidak terlanjutkan di kehidupan bangsa Indonesia dalam pencarian tegaknya harkat martabat hidup manusia Indonesia.

cuap seribu janji seribu cerita

kotor di mata hati keriput derita

sudah jangan di tambah kami sudah muak

memang kau tak kenal siapa diriku

tapi wajahmu lekat

disetiap tembok harapan tiap sudut jalanan

janjimu terasa dekat..

kata cerita masuk telinga derita mereka cuma berita

ini negara bodoh yang sangat aku bela

layaknya kekasih yang tercinta

tiap jengkal aku mendaki terasa hampa

sebetulnya apa yang kita miliki? tak ada

kebanggaan terhadap diri sendiri? tidak juga

kepemilikan negara ini?

siapa yang kucacimaki?



negri ini dididik untuk bermimpi

negri ini terbiasa dibohongi

negri ini dihibur untuk ikut bernyanyi

tapi tetap miskin bodoh dan sombong

Saturday, July 4, 2009

Nommensen dan Pemilu 2009

Gak terasa..Cuma dalam hitungan hari lagi kita, bangsa ini, bangsa indonesia akan menjumpai hari dimana seluruh aktivitas bangsa ini terfokus dalam satu kegiatan yang di tujukan untuk memilih satu pasangan yang akan menempati kedudukan tertinggi dalam sistem pemerintahan kita. yaitu pemilihan presiden dan wakilnya masa bakti 2009-20014.

Dua orang yang akan paling memegang kendali mau kemana dan mau seperti apa bangsa ini dalam melangkahkan jejak catatan kehidupannya menuju masa yang di depan.

tentu sesuai dengan aturan yang ada, bahkan di bakukan dalam bentuk UU Pemilu, kita semua berhak untuk mengaspirasikan suara kita dalam menjatuhkan pilihan kepada siapa kita akan mempercayai kemudi laju bahtera bangsa dimana kita ikut berada di dalam nya.

Jalannya masa kampanye pun sudah kita nikmati selama beberapa waktu belakangan terakhir ini.

Kadang ada celaan dan sumpah serapah kita keluar spontan saat kita menyaksikan acara-acara yang menayangkan perdebatan para capres tersebut.

Ketidak setujuan yang hanya terpendam di benak kita saat merasa bahwa apa yang menjadi janji,visi,misi mereka tidaklah sesusai harapan kita..

Anggukan dan decak kagum juga terkadang kita berikan saat terpikir bahwa apa yang mereka (para capres) utarakan sesusai dengan apa yang menjadi mau kita..

Ataupun juga tawa terbahak-bahak membahana saat celetukan, tingkah polah para capres tersebut menyentuh sisi humor kita.

Macam-macam..aneka rupa apresiasi kita terhadap jalannya sebuah prosedur politik untuk pemilihan pemimpin negri yang sering di juruskan pada istilah pesta demokrasi.

Entah bagaimana sampai sejauh ini.. setelah semua apa yang saya saksikan,dengar dan lihat pada jalannya proses pemilu, tak satupun dari seluruh pasangan capres-cawapres yang ada menarik minat saya untuk memilihnya, bukan brarti saya adalah seorang warga Negara yang apatis ataupun karena prinsip-prinsip politik yang saya anut membuat saya merasa bahwa tak perlu untuk memilih satupun dari pasangan capres-cawapres tersebut.

Tidak.. bukan seperti itu ada nya yang membuat saya tak kunjung jatuh hati pada salah satu pasangan yang harus dipilih tersebut.

Tapi ada semacam keraguan menyelimuti alam pikiran ini, semacam rasa pesimistis apakah keadaan bangsa ini akan semakin membaik?

Membaik tidak hanya bagi segelintir orang atau kelompok saja..

Atau bagi satu dua orang yang menikmatinya dengan posisi dan kedudukan mereka.

Tapi membaik bagi keseluruhan rakyat,keseluruhan komponen bangsa.

Apakah setelah sekian banyak rupiah terhambur untuk penyelenggaraan keseluruhan proses pemilu ini sampai nanti puncak hari H nya untuk memilih pemimpin utama negri ini akan membawa kebaikan bersampulkan kesejahteraan melekat di pangkuan ibu pertiwi?

Masalahnya adalah seorang pemimpin yang bagaimana dan seperti apa sih yang harusnya memimpin negri ini?

Sejenak saya teringat hari dimana saya berdiri di depan sebuah batu nisan di sebuah bukit di kota Tarutung – Sumatera Utara.

Ya kira-kira hampir 8 tahun lalu di pertengahan 2001, saya berada di bukit itu memandangi sebuah batu nisan sederhana di atas kubur itu.

Adalah makam dari seorang Nommensen, seorang Jerman yang 17 tahun terakhir hidupnya ia habiskan di Tanah Batak bagi kemajuan masyarakat batak sendiri.

Siapa dia?saya tak kan banyak terlalu uraikan disini.

Tapi biarlah saya kutip salah satu pernyataan seorang tokoh Negara ini;

“Kalau dulu Apostel Nommensen tidak datang ke sini, mungkin kita orang Batak masih memakai cawat sampai sekarang,” kata TB Silalahi yang juga penasihat Presiden SBY itu, didampingi Bupati Tobasa Monang Sitorus dan wakilnya Mindo Siagian.
“Saya sampai dua minggu membaca buku-buku tentang sejarah Nommensen. Saya betul-betul mengaguminya. Bayangkan, 17 tahun dia di Tapanuli Utara, lalu dengan berjalan kaki, melalui hutan yang penuh binatang buas, datang ke daerah Toba. Kemudian dengan solu [sampan] dia menyeberang ke Pulau Samosir. Luar biasa.”


Kutipan diatas di ambil dari salah satu artikel sebuah surat kabar dan juga bataknews.blogspot.com

Saat itu 8 tahun lalu ketika saya berdiri di depan batu nisannya (Nommensen) ada sesuatu yang hangat mengalir jatuh dari kedua mata ini..Tak terasa saya menangis haru ketika pelupuk mata ini bertumbukan dengan sederet tulisan yang di pahat di nisan tersebut berdasarkan kata-kata sang tokoh yang terbaring abadi di bawah tanah diatas bukit Tarutung itu. Kata-kata sederhana tapi sangat mengguncang kesadaran nurani hati ini..

“biarlah hidup atau mati aku berada di tengah-tengah bangsa ini”

Demikianlah kata-kata sederhana yang bermakna dari seorang Jerman yang mungkin saja tak perlu bersusah payah datang ke Tanah batak untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi orang-orang disitu. Apa yang dia cari? Dengan semua keadaan Jerman yang jauh lebih baik dari pada negeri ini sudahlah cukup untuk menjadi sebuah alasan bagi seorang seperti Nommensen untuk tetap mencari kenyamanan di negrinya.

Tapi toh dia justru malah menunjukan hati seorang manusia yang menjalankan fungsi kemanusiaannya dengan tepat dan benar bagi kebaikan orang banyak, yang kalau mau dipikir secara untung dan rugi – apa untung bagi dirinya dengan datang ke negri ini.

Bagi orang Batak, Nommensen bukan cuma tokoh pembawa agama. Ia juga dikenal sebagai pembaharu yang membangun sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Selama berada di Tanah Batak, Nommensen telah mendirikan 510 sekolah dengan murid 32.700 orang, antara lain di Balige, Tarutung, Siantar, Sidikalang, Samosir, dan Ambarita. Setiap mengunjungi desa-desa dia selalu membawa kotak obatnya, dan berusaha menyembuhkan penyakit warga.

Dari apa yang saya kisahkan diatas mengenai Nommensen, adalah sebuah perenungan bagi kita semua ketika kita memutuskan kepada siapa suara atas nama hak sebagai warga Negara ini kita berikan bagi capres atau calon pemimpin negri ini.

Bahwa siapapun dia yang maju mendekati kursi utama kekuasaan negri ini haruslah seorang calon pemimpin bangsa yang memiliki kata-kata “biarlah hidup atau mati aku berada di tengah-tengah bangsa ini dan bagi bangsa ini saja”

Seorang yang benar-benar men set up keseluruhan hati dan pikiran nya hanyalah bagi Negri Indonesia ini.

Bukan seorang yang hanya mengucap seribu janji, menebar pesona dengan perilaku bijak dan santun sesaat demi membius emosi sentimental rakyat, bukan pula seorang yang kepentingannya adalah demi partai nya atau kelompoknya.

Tapi seseorang yang mencintai negri ini dan menempatkan Persatuan, keadilan social, kemanusiaan yang adil dan beradab, permusyawaratan perwakilan dan kesejehateraan social bagi seluruh manusia di bentangan seluruh penjuru mata angin di Nusantara Indonesia ini

Seorang pemimpin dengan kekuasaan yang justru tidak mecintai kekuasaannya itu sendiri melainkan mencintai Tugas mulia yang ia emban dengan berpikir kebaikan yang menyeluruh bagi Negri ini.

Jadi siapapun yang anda pilih nanti,cermati dan amati..apakah ia seseorang yang memilik hati bagi bangsa ini, jika tidaklah anda temukan itu pada kesemua capres-cawapres yang ada tersebut, maka adalah sesuatu yang lebih tepat jika kita tak memlilihnya sama sekali.

Ketimbang menaruh nasib bangsa ini lewat ajang tebak-tebakan berbungkus kira-kira.

Sesuatu yang perlu kita tau bahwa ini adalah bukan perjudian dengan secoret tinta hitam sebagai taruhan kita. masa depan bangsa ini tak pernah dapat di tentukan dengan sebuah perjudian.

Saya tak sarankan untuk kita semua tak melakukan pemilihan….sekali lagi tidak,

Tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa sebagai warga Negara yang turut serta menentukan jalannya peri kehidupan bangsa ini.. hendaklah kita semua dapat menyikapi dengan bijak,cerdas dan tau benar apa yang sedang kita lakukan sekalipun termasuk dalam memilih seorang pemimpin Negara.

Kalopun tak di hari ini kita dapat jumpai seorang pemimpin yang mampu berkata : “biarlah hidup atau mati ku hanyalah untuk bangsa ini” semoga harapan dan doa kita semua suatu hari kelak terdengar oleh generasi yang melanjutkan apa yang harus di lanjutkan demi sesuatu yang lebih baik dan itu untuk rakyat Indonesia.

andreas vic - jakarta- menjelang pemilu 2009

Wednesday, July 1, 2009

tentang cerita teman


moga semuanya baek-baek aja dan gak terjadi seperti yang di cemaskan. itu yang jadi harapan gw.

kaget juga sih dengerin penuturan lo tentang apa yang terjadi dengan adik lo.
sekaligus geram dengan yang namanya narkoba. kayaknya bakal akan terus n terus ada setiap hari yang namanya korban dari bubuk bius sesat sesaat tersebut.
balik lagi ke soal diri lo, bener dah.. gw tuh beruntung punya temen kayak lo di kampus.
gak pernah usil dengan siapa gw n bagaimana gw, tapi bukan brarti lo gak peduli sama gw.
bentuk kepedulian lo buat gw emang sih cuma kecil aja tapi kadang datang nya selalu tepat dengan kondisi sulit yang gw alami hehehe..
thank u ya buat boncengan yang selalu tawarin buat gw seusai kelas.
walopun cuma deket aja dari pasar minggu menuju lebak bulus, tapi setidaknya gw bisa berhemat 2000rupiah tiap harinya hehehe.

kadang di sela-sela perjalanan singkat di atas dua roda tersebut seringkali curhat-curhat an lo meluncur berisik beradu dengan deru angin dan suara knalpot metromini.
mengkisahkan sedikit penggalan-penggalan cerita hidup lo yang tadinya gw pikir lurus-lurus aja, tapi kenyataannya selama ini lo ternyata bisa banyak nampung keluh yang gak terucap itu.

awalnya cuma jadi uap selintas lalu di telinga gw, seperti terpaan angin di wajah ini tiap kali duduk manis di jok belakang sepeda motor lo.
tapi lama kelamaan ada sebuah cerita yang ternyata gw sadari selalu terulang tertangkap di gendang telinga ini.
"gw tuh ga punya temen stv.. bayangin udah segede gini gw tuh cuma punya temen lo sama si fahmi doank, cuma kan lo tau sendiri kalo si fahmi tuh lebih banyak cengengesan nya kalo gw lagi cerita ma dia"

laahh..masi mending pahmi kali, di banding gw yang kalo tiap kali dengerin cerita lo cuma jadi sepintas lalu doank (isi hati gw berbisik).

"truss, kok bisa sih lo ngerasa gitu?gak punya temen sama sekali selain gw n fahmi?"

"ya gak tauu.. kerasanya gitu aja, gw gak penah deket ma sapa-sapa"

jadi tersentuh hati ini mendengar tuturan polos lo kawan..
sekaligus bercampur dengan rasa sesal karena mendapati diri ini seharusnya tidaklah pantas untuk menjadi salah satu temen yang lo pilih untuk masuk dalam daftar teman yang pantas buat selalu lo simpen.
"adik gw kena HIV stv ! gw yakin banget walopun blum bawa dia cek di dokter, tapi dari gelaja n tanda-tanda nya mengindikasikan kesitu"
"gw sedih bgt stv.. gw sayang banget ma adik gw itu"

gettin' shock gw mendengar berita yang lo sampein lewat sambungan telepon tadi, apalagi gw bisa mendengar getaran suara lo nahan tangis waktu lo critain itu ke gw.
emang sih gw ga kenal adek lo.. cuma pernah beberapa kali aja bertegur sapa dengannya.
gw tau setiap kata penghiburan gw buat lo tadi itu gak bawa efek apapun untuk rasa sedih lo atas apa yang terjadi.

lo cuma mau di dengerin, lo cuma butuh gw dengerin apa yang membuat lo sampe begitu terhempas ke dalam lubang kesedihan.

karena buat lo cuma gw yang menjadi temen buat lo..
temen yang dodol.. yang kadang malah gak pernah inget lo sama sekali..
temen yang selalu lo cari seusai kelas buat lo boncengin sampe lebak bulus.
malem ini gw berdoa apapun yang terjadi lo bisa tetap tegar !

apa yang terjadi kadang gak mau kompromi dengan harapan yang kita kandung dalam hayat, tapi bolehlah kita tetap tak membiarkan harapan itu terhempas deru kencang laju angin putus asa.