Showing posts with label tentang hidup. Show all posts
Showing posts with label tentang hidup. Show all posts

Wednesday, July 1, 2009

tentang cerita teman


moga semuanya baek-baek aja dan gak terjadi seperti yang di cemaskan. itu yang jadi harapan gw.

kaget juga sih dengerin penuturan lo tentang apa yang terjadi dengan adik lo.
sekaligus geram dengan yang namanya narkoba. kayaknya bakal akan terus n terus ada setiap hari yang namanya korban dari bubuk bius sesat sesaat tersebut.
balik lagi ke soal diri lo, bener dah.. gw tuh beruntung punya temen kayak lo di kampus.
gak pernah usil dengan siapa gw n bagaimana gw, tapi bukan brarti lo gak peduli sama gw.
bentuk kepedulian lo buat gw emang sih cuma kecil aja tapi kadang datang nya selalu tepat dengan kondisi sulit yang gw alami hehehe..
thank u ya buat boncengan yang selalu tawarin buat gw seusai kelas.
walopun cuma deket aja dari pasar minggu menuju lebak bulus, tapi setidaknya gw bisa berhemat 2000rupiah tiap harinya hehehe.

kadang di sela-sela perjalanan singkat di atas dua roda tersebut seringkali curhat-curhat an lo meluncur berisik beradu dengan deru angin dan suara knalpot metromini.
mengkisahkan sedikit penggalan-penggalan cerita hidup lo yang tadinya gw pikir lurus-lurus aja, tapi kenyataannya selama ini lo ternyata bisa banyak nampung keluh yang gak terucap itu.

awalnya cuma jadi uap selintas lalu di telinga gw, seperti terpaan angin di wajah ini tiap kali duduk manis di jok belakang sepeda motor lo.
tapi lama kelamaan ada sebuah cerita yang ternyata gw sadari selalu terulang tertangkap di gendang telinga ini.
"gw tuh ga punya temen stv.. bayangin udah segede gini gw tuh cuma punya temen lo sama si fahmi doank, cuma kan lo tau sendiri kalo si fahmi tuh lebih banyak cengengesan nya kalo gw lagi cerita ma dia"

laahh..masi mending pahmi kali, di banding gw yang kalo tiap kali dengerin cerita lo cuma jadi sepintas lalu doank (isi hati gw berbisik).

"truss, kok bisa sih lo ngerasa gitu?gak punya temen sama sekali selain gw n fahmi?"

"ya gak tauu.. kerasanya gitu aja, gw gak penah deket ma sapa-sapa"

jadi tersentuh hati ini mendengar tuturan polos lo kawan..
sekaligus bercampur dengan rasa sesal karena mendapati diri ini seharusnya tidaklah pantas untuk menjadi salah satu temen yang lo pilih untuk masuk dalam daftar teman yang pantas buat selalu lo simpen.
"adik gw kena HIV stv ! gw yakin banget walopun blum bawa dia cek di dokter, tapi dari gelaja n tanda-tanda nya mengindikasikan kesitu"
"gw sedih bgt stv.. gw sayang banget ma adik gw itu"

gettin' shock gw mendengar berita yang lo sampein lewat sambungan telepon tadi, apalagi gw bisa mendengar getaran suara lo nahan tangis waktu lo critain itu ke gw.
emang sih gw ga kenal adek lo.. cuma pernah beberapa kali aja bertegur sapa dengannya.
gw tau setiap kata penghiburan gw buat lo tadi itu gak bawa efek apapun untuk rasa sedih lo atas apa yang terjadi.

lo cuma mau di dengerin, lo cuma butuh gw dengerin apa yang membuat lo sampe begitu terhempas ke dalam lubang kesedihan.

karena buat lo cuma gw yang menjadi temen buat lo..
temen yang dodol.. yang kadang malah gak pernah inget lo sama sekali..
temen yang selalu lo cari seusai kelas buat lo boncengin sampe lebak bulus.
malem ini gw berdoa apapun yang terjadi lo bisa tetap tegar !

apa yang terjadi kadang gak mau kompromi dengan harapan yang kita kandung dalam hayat, tapi bolehlah kita tetap tak membiarkan harapan itu terhempas deru kencang laju angin putus asa.

Tuesday, June 30, 2009

ku beri kau sebatang rokok dan kau pun bahagia lewat tawa

Bergegas ku memburu waktu menuju sudirman karena gak mau kehilangan waktu yang sangat langka (berhubung orang yang kutemui adalah adikku - manusia paling sibuk se indonesia) to spend a happy Sunday with my luvly sist..
Baru pertama kali ke sudirman city walk, beberapa kali lewat Cuma nanya aja dalem ati “tempat apa sih tuh?”
Menggunakan moda transportasi yang sangat di banggakan pemerintah DKI yaitu TransJakarta busway, ku pun berhenti di halte Karet.
“musti naek apaan yah ke city walk dari sini” gumam ku..
Tapi setelah berpikir kilat akhirnya ku putuskan buat jalan kaki aja..even matahari cukup mentereng bergaya di atas sono.
Dekat sih dari halte itu..tapi berasa jadi jauh karena panas matahari plus tenaga yang blumlah menempel di badan karena asupan yg juga belum sempat masuk ke perut sejak melek mata pagi tadi.
Kecepatan langkah sempat ku tambahin karena haus pun menyergap mendadak terbayang segarnya ThaiTea ^^

Tapi sejenak kuperlahankan kembali saat akan menyebrang menuju tempat tujuan.
Mata ini tertumbuk pada se sosok gontai tubuh seseorang yang kepayahan melangkahkan kelesuannya.
Yang lebih membuat ku menahan langkah lagi karena kudapati dia mengamati ku..
Wew.. kenapa ya --“
“ini sih orang gila” diri ini memastikan dalam benak..
Karena emang penampilannya yang tak layaknya seperti orang-orang pada umumnya.
Badan kucel , tampaknya lama tak tersentuh wangi sabun, pakaian butut yg mungkin itu milik satu-satunya yang menjadi kebanggaannya sebagai manusia.
Dia ngasi tanda.. tanda dengan gerakan tangannya kepadaku ..
Menggerakan dua jarinya (telunjuk dan jari tengah) membentuk huruf ‘V’ yg di dekatkan ke mulutnya..
Cepat ku mengerti bahwa itu tanda bahwa dia minta rokok !!
Rokok !? yea.. yakin banget dah dia minta rokok, karena setelah berada di dekatnya ku ku tanyakan padanya “kenapa?rokok ya?” dan dia mengangguk membenarkan.
“iyah bentar” jawabku.. lari aku ke warung rokok dekat situ, dan kubeli sebatang rokok ketengan bergambar djarum n segelas mineral water.
Dia ngikutin di belakangku, dan ku berikan segera rokok itu, ‘cetek’(bunyi pemantik) kunyalakan api untuknya.

Dia pun tertawa..SENANG! menyeringai..memperlihatka
n kotor isi mulutnya dan kerut wajahnya yang melebar.
Ku mengangguk meng ‘iya’ kan bahagianya..sambil lalu kutinggalkan dia dengan segelas air mineral yang sudah tergenggam di tangannya. Dan jerat bahagia terpancar di mata lelahnya.
Masuk ke dalam city walk yang menyambutku dengan sejuk udara AC nya, mendapati adik ku yang sedang duduk tersenyum-senyum menikmati yogurt segar di tangan.

Bertanya-tanya hati ini..
Bahagia orang itu hanya dengan sebatang rokok?? Sangat sederhana..
Bahwa apa yang membuat dia bisa tersenyum di siang minggu ini hanyalah sebatang rokok!
Begitu banyak keinginan tertahan di angan ini.. kadang kesal menggugah karna tak kunjung ku dapat.
Begitu banyak cerita kudengar dari mereka yg tak pernah puas.. tak pernah cukup tentang keinginan ini dan itu untuk sekedar memuaskan hasrat yang sebenarnya tak perlu saat itu jg untuk di penuhi..
Atau hanya sekedar untuk menambahkan sedikit tingkat gengsi agar terasa eksis mengkilap di belantara metropolitan.
Dan mereka pikir kebahagian datang dari kelebihan atas apa yang seharusnya tak terlalu di butuhkan. Bahagia datang dari apa yang mahal dan membuat penampilan menjadi terasa sedang mengikuti gaya paling up to date hari ini dan mutakhir.
Begitu banyak orang tak dapat memiliki kata “cukup” di hari-hari mereka..
Dan jauh dari kata “enough” untuk berhenti berhasrat memoles nafsu.

Tapi ku dapati dia yang berjalan gontai di hari minggu ini dapat tertawa lebar dan bahagia hanya karena sebatang rokok!
Ternyata orang yang lebih tak waras dari aku lebih dapat memeluk kata “cukup” di harinya yang tak sebahagia apa yang menjadi hari ku.
Telah dia jemput tawa lebar dan bahagianya dengan “cukup” hanya sebatang rokok!
Thank to you slummer!! Who made me learn about what is “enough” on this Sunday..
May on the next of ur lil’step, by God’s way you will meet peoples who’s can give what u need to make you enough on everything.
Tampak bahagia hanyalah di dapati jika hasrat ini untuk selalu tak cukup dapat berhenti dan sejenak berkata “aku cukup”

what a day today? this is a sunday bloody sunday
And today when we heard the millions cry
The real battle yet begun
To claim the victory.
We eat and drink while tomorrow they die..
Theres many lost, but tell me who has won?

mau protes karena gw kasi dia rokok? silahkan.. gw cuma pengen dia bisa tertawa di siang panas minggu ini.

sudirman - jakarta - 2008

this is my reply ..


Kereta yang ku tumpangi hari itu mulai melaju perlahan.. meninggalkan pertemuan singkat kita setelah cukup lama terbuang dalam jalan panjang tak bertepi yang kita coba lalui dengan kesendirian kita masing-masing.
Tlah cukup lama mata ini tak menatap wujud mu kawan.. tapi selalu kudengar lika liku kisah manis dan pahit perjalananmu.

Kereta yang melaju hari itu semakin membawaku menjauh dari kotamu..
Sempat ku kunjungi dirimu, kudatangi dirimu dengan rindu yang terjawab tatap nanar memancarkan beban yang mungkin terasa letih tak terbagi dari tuturmu.. tersimpan ketidak berdayaan yang sekarang mengikat hari-hari mu kawan..

Kudapati perangkap kelam jiwa kini telah menyelimutimu dengan awan-awan nestapa..
Dirimu yang dulu begitu bersemangat menantang apapun yang kau jumpai di lingkar labirin pencarian makna hidup, kini tlah terlena oleh redup awan-awan gelap mencekam.
Sepertinya kau telah kalah kawan.. dengan kelumpuhan separuh tubuhmu itu..

Terasa tertahan perih dan airmata ini ketika sambutmu menerimaku di depan pintu itu..
Tapi tak kubiarkan jatuh dari langit-langit pelupuk mata ini..agar dapat kau lihat bahwa akupun tegar menghadapi semuanya.. sehingga dapat sejenak kau lepaskan beban itu kepadaku..karna kau melihatku tegar di hadapanmu sobat.

Teman..jangan kau katakan bahwa kini aku lebih baik dari mu..
tidak teman.. disini aku tak lebih baik dari yang kau kira
hanya saja keputus asaan mu telah menyangkanya demikian.. memenjarakan mu pada pahit tak berkesudahan.. yang sangkamu akan selalu menjadi bagianmu hingga akhir.
Tidak tidak..!! jangan berhenti disini ..
Aku ingat dulu saat-saat kita sama-sama pernah menjadi gila untuk mentertawakan warna-warna palsu yang kita lihat..
Aku ingat barisan kata dalam bait sebuah lagu yang selalu saja kau paksakan suara sumbang ini untuk menyanyikannya dengan iring petik gitarmu.. kini terngiang di renungku.
Kita pikir hujan di bulan November akan dapat selalu mengguyur membawa pergi penyangkalan kita akan rasa sakit di nadi ini.
Tak kah kau ingat teman..bahwa pernah kau dapati ajal hampir menjemputku tuk terbang jauh meninggalkanmu..

Tidak kah kau sadari kita telah lewati semuanya itu..dan sampai di hari ini..
Masa di mana kita Terjatuh..terjatuh dan terjatuh lalu bangkit dan berusaha tak terjatuh lagi telah kita tinggalkan jauh di belakang sana..
Lihat teman..diri ini.. masi sama.. kita masi sama.. masi mengejar mimpi-mimpi indah tuk dapat lagi tak tersisih.
Katamu kita hanya akan dapat sembuh jika maut telah memimpin langkah ini tuk pulang..
Tidak !! jangan pulang sekarang…

Kita dapat pulang nanti…dengan cara yang pantas kawan! Setidaknya jika di persimpangan jalan di depan sana tlah ku temukan arah tuk kita pulang.. kan kuberitahu itu padamu teman..tapi nanti bukan sekarang.

Rela tak akan ku panggil untuk hadir di hati ini melihat dirimu mendahuluiku menuju rumah penerimaan tuk kita.
Jangan sekarang teman.. jangan menyerah dengan diam mu.. dengan belenggu keputus asaan karena dirimu tlah tak berdaya sekarang.
Jangan hanya menunggu.. diam terpaku saja.. mari lanjutkan hari-hari yang tersisa dengan segenap apa yang kita mampu.. apa yang kita belum selesaikan.
Disini harap dan doaku terucap ke langit untukmu teman.. untuk kau dapat sembuh..
Untuk kau dapat merasakan sebuah kemenangan atas sebuah perjuangan yang tlah menghitamkan darah ini..darah kita yang merah..
Lepaskan takutmu tuk melihat kilau mentari seusai malam panjang yang selalu menyerang risaumu itu..
Jika nanti memang kau sudah harus berhenti di sisi jalan terjal itu.. berhentilah dengan penghabisan asa yang paling terakhir dari yang kau miliki.

Sebab darah itu merah teman ! semerah perjuangan ini untuk kluar dari pekat hitam jerat putus asa..


Tuk seorang teman disana..diantara putus asa dan harapan..
Ini adalah jawabku ! untuk apa yang kau pertanyakan..
Dan untuk semua dari kita yang pernah terjebak di bius hitam penawar lara sesaat.


We know my friend.. HE made us fall forever..with no end insight..
until we can understand that we are nothing without HIS grace !

andreas -

cerita seusai sarapan gado2


Setelah sepiring gado-gado mengisi sesak di dalam perut ini, maka sepasang converse butut nan kusam di kaki pun bergegas meluncur menuju selatan ibukota.
Menjemput beberapa lembar rupiah yang tak seberapa dengan apa yang telah energi tubuh keluarkan untuk mendapatkannya.
Tapi tak apalah..demi sebuah jeans yang selalu hinggap di khayal dalam minggu-minggu terakhir ini.
Sebuah jeans baru yang nantinya akan ikut meramaikan suasana lemari bersama kawan-kawannya yang sudah lebih dulu menemani langkah-langkah kaki ini setiap harinya.
udah ngebet!! Musti kudu! Bgitu bujuk rayu si otak kiri dan kanan bekerjasama.
Tapi demi sebuah yang namanya akal sehat nan waras.. emang di perlukan sih tuh jeans.
Udah butuh !

Perjalanan menjemput si rupiah pun tak mudah.. banyak cucuran keringat..
Tuh Jakarta sumpek, panas, apalagi kalo saat berada di jalanan siang hari ketika sang mentari mengamati aktivitas ibukota tercinta ini dari atas sana.
Lum lagi sumpah serapah tak terucap tertutup sesak dada-- menggali cemas-cemas harap apakah waktu akan berpihak tepat pada saat tiba di tujuan, saat antrian kotak-kotak beroda lebih dari dua itu menghambat membuat tersendat aliran arus hasrat jiwa.
Tak ada lain yang tuk di lakukan saat tersudut di dalam pengapnya bus kota selain merekam dalam selayang pandang buramnya warna langit Jakarta
Apakah gilang gemilang kemenangan akan berdiri di sisi yang tepat saat usai telah menjemput lara?
Apakah hari esok masi berpihak kembali segarkan letih?ataukah sepi melanjutkan kemuraman?
Wangi segar terbawa di laju kencang getaran pagi..
namun lembab melekat rekat saat malam membawa pulang lelah hari ini.

Hari-hari seperti hari ini masilah panjang, masi banyak lagi tercecer di depan.
Penggalan-penggalan cerita tak manis pun masi akan terhidangkan lebih lagi nanti.
Mungkin sehabis badai tidak akan ada pelangi..
Mungkin benar seperti nya bahwa ini semua tak kan pernah mudah.
Tak akan pernah menawarkan sekilas keindahan nyanyian jiwa pada
Tapi selama hayat masi di kandung badan.
Selama nafas ini juga masih tersengal-sengal saat berlari mengejar bus kota itu,
selama itu pula tak kan kutenggelamkan semangat ini pada palung keputusasaan.

Selama masih ada yang namanya hari ini..dan selama yang namanya hari ini blum lah habis. Maka selalu ada harapan—there is always hope!
jadi mari tetap berjuang.. masalah/ problemo emg boleh banyak.. dah pasti emang banyak ! tapi seloww !! ^^ jalan kluar n jawabannya juga lebih banyak lagi ^^v
tarik napas dalam-dalam buat hari terasa berat berdarah-darah yang kita laluin pun sah-sah saja.. toh oksigen juga blumlah habis di bumi ini.. masi banyak.
hang on fellas ! namanya proses kadang berasa ga enak n selalu ada yang namanya proses sebelum hasil :) loh beneran.. masak mie instan aja perlu 3 menit (menurut petunjuk di kemasannya sih ^^)
trus selama masaknya musti nungguin sambil digigitin nyamuk kita sambil bukain bumbu-bumbunya taruh di piring, lalu meniriskan mienya, di aduk-aduk, di tiupin dulu kalo kuahnya kepanasan baru deh enak dimakan.
kalo di amati dan coba di mengerti lalu pahami kenyataannya emang selau ada masa yang buruk dulu sebelum masa yang baik itu datang.. ya gak?
kayak di film-film juga kan gitu.. critanya yang buruk-buruk dulu baru nanti dikit-dikit mulai membaik ( ini sih yang aku liat dari my fave movie ever - lord of the rings ) -- si frodonya mesti berjuang abis-abisan..buat bisa bawa tuh cincin sampe ke mordor, banyak proses yang di laluinya..mengharu biru lah (nonton aja lagi ya sendiri).
semuanya deh..selagi itu adalah sebuah kisah perjuangan untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini, selalu ada masa yang buruk sebelum masa yang baik itu datang.
jadi Ya selalu ada harapan untuk apapun yang sedang kita inginkan dan perjuangkannya.. sekecil apapun itu..

- an -

tak ada pekerjaan yang besar tanpa pekerjaan yang kecil


Sambil nungguin jarum jam beralih ke angka 01.30 dimana final champion 08/09 di gelar di atas karpet hijau nun jauh di Roma sana. Sambil nge genjreng-genjreng gitar dan mencoba menyanyikan beberapa lagu dengan suara ku yang seperti kaleng jatoh ini. Gw jadi teringat celetukan temen ku siang tadi..

Kebetulan dia baru saja menginjakan kakinya kembali ke ibukota yang bukan ibudesa ini. apa lagi ibutiri.
Darimana dia?dari kebumen?dimana tuh? Liat peta aja deh ya ! ngapain dia kesana selama beberapa hari ini? yah ga tau juga..karna temen ku yang satu ini masuk dalam jajaran nominasi penerima piala *kesanakesinikesitu* -- dia selalu pergi kemana aja dia mau, jadi terkadang terasa gak perlu untuk ku menanyakan sebuah alasan kenapa dia harus pergi ke kesana,kesitu dan kesini. Terkadang tanpa di tanya pun, tiap kali ketemu, dia dengan selembar senyum gak jelasnya itu pasti akan langsung menceritakan “apa-apa saja” yang ada di balik otaknya untuk di semburkan ke udara lewat barisan kalimat panjang.
Udara panas menyengat seluruh semangat ku di siang hari tadi, seolah-olah telah lepas dan terbang jauh meninggalkan tubuh ini dalam kelesuan semu.
Celoteh dia tentang segala sesuatu yang dia liat di Kebumen tak ku hiraukan sampe pada saat cerita tentang kayu jati dan sawah mulai mengganggu kelesuanku tadi.
“sawah ladang disana banyak yang terbengkalai stev.. dibiarin gitu aja, malah tumbuh jati.. jati kan enak ga perlu di apa-apain..cuma di tungguin aja sampe tua” begitu dia menyampaikan sesuatu yang selanjutnya menjadi sebuah laying-layang kecil yang nyangkut di tiang pikiran ini.
“loh terus gimana dunk?” tanyaku, “gmn apanya stev?” hOH.. ‘iya juga sih ya..gmn apanya’ benar-benar pertanyaan gak bermutu yang barusan kutanyakan padanya.
Cepat-cepat kutukar dengan pertanyaan lain, “truss..jadi ga ada yang ngurusin donk tuh sawah?”
“ada yang ter urus ada yang gak lah” jawabnya yang langsung lagi di sambung dengan penuturan tentang pertemuannya dengan seorang bapak petani disana. “stev lo tau gak,waktu gw ngobrol ma bapak2 disana yang petani, tu bapak bilang gini : anak muda sekarang gak ada lagi yang mau jadi petani,udah gak ada yang mau jadi petani!”

Ohh..jadi itu dia kenapa tu sawah banyak gak terurus lagi..
Waahhhh..serem juga kalo gitu !! lah kalo gak ada lagi yang mau jadi petani trus sapa yang mau nanam padi donk?kalo gak ada padi ya brarti gak ada beras, gak ada nasi! Mau makan apa kita? ganti pake kentang aja kayak orang bule?atau ganti pake sagu aja?atau singkong aja?? Biar kayak zaman jepang!
Ya bisa aja sih impor beras dari luar negri, tapi gak malu-maluin tuh?secara negri kita terkenal di masa lampau dengan swasembada pangannya – beras. Trus kejayaan itu terkikis roda zaman dan sekarang menjadi bangsa spesialisasi pengimpor.. udah ngimport teknologi, ngimport SDM, ngimport barang-barang, sekarang udah terjerumus pula ngimport beras.. jangan-jangan nanti presiden nya kita import juga !

Jangan donk..!! tanah kita masi luas, tanah yang subur pula,masi banyak yang bisa di tanamin padi. Moso iya kita harus jadi bangsa pengimport segala-galanya bahkan meng import sesuatu yang dahulunya menjadi trademark dari indahnya kisah kejayaan masa lampau tanah ini !?
Lahh trus gimana? Kecewa? Iya juga sih aku kecewa..
Kecewa karna sekarang hampir seluruh alam pemikiran generasi ini yang menikmati apa yang terwarisi oleh yang berlalu di masa lampau tanah negri ini hanyalah sebuah alam pemikiran yang sempit di himpit bau palsu modernisasi.
Orang sekarang cuma tau.. yang namanya kerjaan yang bonafid yang keren ya kerja kantor, dagang, kerja yang bersentuhan dengan komputer, accounting (ngitungin duid orang) , bisnis ini – bisnis itu.
Begitu banyak pemuda desa yang karena terjebak dengan silau kerennya dandanan molek ibukota, lalu beranjak dari hijau berseri desanya untuk menggapai lampu-lampu pemancar kepuasan sementara yang tak lama kemudian padam kembali dan menghepaskan mereka kepada ketiadaan.
Tanpa sengaja terkadang semua dari kita telah menciptakan sebuah ilusi semu tentang apa “yang keren” dalam hidup ini.
Kita mentransferkan segala sesuatu yang kita pikir itu kesuksesan kepada mereka yang sesungguhnya memiliki apa yang dapat menjadi sukses dengan wujud keasrian yang telah mereka miliki.
Begitu ngotot kita pertahankan bahwa kehidupan energik cosmopolitan adalah segala-galanya yang harus di raih oleh mereka yang lugu dan terberai di hijaunya alam nusantara negri ini.

Cobalah tuk sejenak menyadari bahwa tak ada pekerjaan yang kecil atau pekerjaan yang besar. Semua pekerjaan itu penting dan diperlukan bagi kesempurnaan perjalanan hidup apa yang dinamakan masyarakat. Keberlangsungan semua proses menjadi lengkap jika kita mengerti bahwa setiap elemen pembentuknya mengalir,bergerak pada kesesuaian yang seharusnya.
Orang yang kerja di gedung-gedung megah pencakar langit tak akan sempurna menyelesaikan pekerjaannya tanpa ada OB(office boy)/cleaning service yang membersihkan kantor mereka agar nyaman dan bersih.
Seorang bos besar pemilik puluhan perusahaan gak akan dapat mondar-mandir kesana kemari tanpa makanan yang di buat pekerja restoran untuk berada di perutnya,sehingga dia dapat mempunya energi.
Seorang foto model gak akan terlihat menawan tanpa ada yang meriasnya.
Seorang penyanyi gak akan bisa memasarkan lagunya tanpa sebelumnya ada orang yang merekamnya.
Atau bahkan ibukota ini akan penuh dengan sampah dari kegiatan produktif kita sehari-hari jika tak ada pemulung dan petugas kebersihan.
Dan mungkin kita semua suatu saat akan merindukan untuk dapat menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulut, jika semua orang di desa sana tak ada lagi yang mau jadi petani !

semoga dari hari ini sampai ke hari depan negri kita tak pernah kehabisan pak petani yang akan menggarap tanah indonesia.

Sekecil apapun pekerjaan seseorang..
Tak se keren apa yang kita pikirkan pekerjaan orang tersebut..
Tak sehebat yang kita sangka pekerjaan orang itu.
Tetaplah sebuah pekerjaan yang membuat warna-warni hidup ini menjadi terasa lengkap dan sempurnanya PekerjaanNYA menciptakan semua apa yang kita kerjakan di hari ini.

2009 - jakarta

kelebihan kita mungkin di butuhkan bagi kekurangan yang ada pada orang lain

Keterbatasan bukanlah suatu penghalang bagi kita untuk dapat melakukan sesuatu..mencapai sesuatu.
Yep..kata-kata itu aku dapatkan ketika kemarin pergi ke Nabire-Papua, waktu tu kebetulan kita dapat satu kesempatan untuk ngisi sesi pelajaran bahasa inggris di satu sekolah yang ada disana.
Hari itu aku pergi dengan kedua teman bule dari amrik,dan sesuai rencana merekalah yang akan mengajar dan aku yang akan jadi penterjemahnya.
Sampai di sekolah itu..wihhh sambutannya luar biasa, meriah seperti menyambut kedatangan artis atau orang penting saja. Ya tentunya itu semua di karenakan oleh kehadiran dua teman bule ku itu..yang buat mereka (murid-murid) disana seperti melihat mahluk asing baru saja mendarat dengan piring terbangnya.. (emangnya alien kale..)
Gak lah.. mereka takjub karna itu kali pertama buat anak-anak itu bisa melihat bule / orang barat secara langsung, yang selama ini mereka cuma dapat lihat dari layar kaca televisi.
Singkat cerita pelajaran bahasa inggris hari itu berjalan seru, karna selain belajar membaca,menulis,dan bicara.. diisi juga oleh beberapa permainan yang menarik, salah satunya belajar bermain American football. Semua senang,tertawa riang dan dapat kupastikan bahwa hari itu menjadi hari istimewa buat anak-anak sekolah itu.

Dalam perjalanan pulang menuju tempat kami menginap, aku dan teman bule ku itu telibat pembicaraan mengenai apa yang baru saja kami lakukan tadi.. dan ada satu hal yang menarik ketika kutanyakan apa yang menjadi kesan bagi mereka ketika mereka melihat,datang dan mengajar di sekolah tersebut. Jawaban mereka adalah “luar biasa stev..karna mereka belajar di dalam situasi yang serba kekurangan, baik fasilitas,tenaga pengajar, bahan sumber, dll. Tetapi mereka dapat menjalaninya dengan baik, dan bahkan beberapa dari mereka yang berangkat dari latar belakang pendidikan seadanya seperti itu justru menjadi orang-orang yang sukses didalam kehidupan bermasyarakatnya kelak” dari situ aku nyadar.. eh gak sih bukan baru nyadar,tapi lebih tepat kembali disadarkan bahwa sebenernya orang kita Indonesia sama mampunya untuk menggapai mimpi-mimpi, untuk mencapai cita-cita untuk mendapatkan yang terbaik bagi dirinya dah juga bagi bangsanya..

Untuk seorang yang punya segalanya seperti fasilitas yang menunjang,keluarga yang hangat, rumah yang sejuk, dana yang selalu cukup..mungkin adalah hal yang biasa untuk dapat menggapai apa yang mreka impikan dalam hidup ini..
tapi buat orang-orang yang serba kekurangan; rumah sempit – bahkan harus berdesak-desakan mungkin yang membuat seorang anak tidak dapat memiliki kenyamanan untuk sekedar dapat belajar atau membaca ulang pelajaran di sekolah, duid yang pas-pasan, fasilitas belajar tidak lengkap. Tentunya untuk orang-orang yang bertumbuh dengan segala ketidak enakan-ketidak enakan seperti itu adalah sebuah hal yang sangat luar biasa jika di suatu hari kelak mereka justru dapat mencapai cita-cita,keinginan,serta mimpi-mimpi mereka dalam hidup ini..
kenapa dikatakan luar biasa? Ya iya lah..mereka bisa dapatkan apa yang mereka ingin raih dengan keterbatasan yang ada..artinya jika mereka diberi fasilitas yang lebih atau paling tidak sama dengan orang-orang berpunya..bukan tidak mungkin justru mereka akan dapat meraih lebih dari apa yang mereka dapat raih dengan keterbatasan nya..

jadi buat kita yang di hari ini dapat menikmati kenyamanan, kesuksesan dari apa yang diwariskan oleh keadaan yang memang sudah enak pada masa lalunya (seperti orang tua yang punya banyak duid, sekolah di sekolah favorit, kuliah di luar negri, belajar dengan dana yang cukup, fasilitas yang cukup) janganlah kita lupa bahwa banyak orang di sekeliling kita harusnya juga dapat menikmati seperti yang kita nikmati andaikata mereka mempunyai ‘kecukupan” yang sama dengan kita.
Banyak orang atau mungkin kita sendiri berpendapat “ah ini kan berkat dari Tuhan, karena kita orang Kristen,rajin ke gereja,perpuluan tepat waktu,rajin berdoa..makanya kita bisa sukses” (dan banyak hal lain yang semuanya berbau rohani dan kita pikir itu mendatangkan keuntungan bagi diri kita).
Kalau begitu adanya patutkah kita bertanya pada Tuhan?mengapa IA ciptakan perbedaan-perbedaan tersebut pada masing-masing manusia yang menjalani kehidupan di bumi yang sama yang diciptakan olehNYA? Kenapa gak semua orang dapat sukses yang sama,kenikmatan yang sama, kedudukan yang sama aja?kenapa harus beda?
Ya emang harus gitu adanya..karena dengan demikian maka apa yang diciptakanNYA menjadi sempurna dan indah.. loh kok bisa? Ya..iya donk.. bukankah IA sendiri yang mengatakan bahwa hukum yang terutama dan utama bagi kita di dalam hidup ini adalah “kasihilan sesama mu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri” dan kemudian diperbaharuiNYA lewat Yesus “kasihilah sesama mu seperti AKU telah mengasihimu”
Apa maksudNYA? Agar untuk kita yang telah menerima kasihNYA lewat kenikmatan,kelebihan,kenya
manan yang kita miliki untuk kita dapat meraih impian2 kita, menjadi sadar bahwa hal itu bukan karena kita yang menentukannya tapi IA yang menentukanya. Dengan kesadaran itu pulalah hendaknya kita semua sadar untuk kita juga dapat membagikan apa yang kita dapat dariNYA kepada sesama kita yang keadaannya lebih kurang dari apa yang kita miliki. Dan tidak memandang rendah..kepada sesama kita yang di hari ini keadaannya tidak lebih baik dari kita..tapi memandang mereka dengan rasa hormat, bahwa mereka ada untuk agar kehidupan ini menjadi lengkap dan seimbang adanya..

Lalu buat teman,saudara..atau kita semua yang mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang terasa terkadang menyesakan,terkadang membuat kita lelah dalam perjalanan kita menggapai apa yang menurut kita itu sebuah kesuksesan,keberhasilan.. mari kita buang jauh-jauh rasa putus asa, n gak lelah tetep berjuang dengan kebanggaan bahwa kita berjuang di dalam keterbatasan bukan di dalam kelebihan.. yang sehingga ketika suatu saat nanti kita berdiri di atas keberhasilan yang telah kita capai, kita boleh tersenyum.. tersenyum untuk menghapus setiap kegetiran yang telah kita lalui di perjalanan menggapai apa yang kita raih tersebut..

Yuk..mari kita semua juga tidak menutup hati nurani kita ketika kita melihat anak-anak, teman,saudara,sahabat,orang-orang yang kita kenal atau tidak kita kenal..yang kesulitan..mereka punya cita-cita,mereka punya keinginan untuk memperbaiki keadaan mereka ,mereka punya harapan, mereka punya mimpi..yang mungkin salah satu elemen/bahan/sumber dana/kebutuhan .. untuk mereka dapat menggapainya ada pada apa yang kita miliki…jadi mari berbagi dengan mereka..

andreas - baru balik dari papua

hidup anda indah?


hanya sekedar ingin membagikan pengalaman neh..dan apa yang aku renungin.. yah sapa tau bisa jadi inspirasi atau sesuatu yang bermanfaat positip bagi dirimu..
nih siang panas banget..jam menunjukan pukul - pukulan.. eh gak denk, emangnya tinju.. hehe. skarang jam 15 lebih dikit lah.. tapi tuh matahari diatas sana memancarkan sinarnya dengan garang banget, seolah-olah ni bumi lagi mati lampu n butuh penerangan yang extra kenceng.

aku tadi dari lebak bulus sana, ada sedikit urusan yang harus diselesaikan..puter2 nyari alamat sambil kepanasan. rasanya kalo gak segera berteduh mungkin akan meleleh diriku ini. :) haha..lebay.
untung aja urusan cepet beres, sehingga aku bergegas menuju terminal n naik busway.. semriwing udara AC langsung memijit-mijit kulitku yang hampir meleleh tadi itu..
sambil celingak celinguk..sapa tau nemu duid tapi tak kudapati apapun jua selain duid yang ada di dompetku hahahah..
kuputuskan untuk duduk tenang saja sambil tolah toleh ke luar jendela..sederet rumah-rumah gedong dilintasi oleh bus yang kunaiki ini..
mobil-mobil keren nan mahal pun juga kulihat sillih berganti seliweran di daerah tersebut.
sejenak jadi terpikir..betapa jakarta ini terbelah-belah menjadi bagian2 tertentu dmn ada daerah yang dihuni oleh golongan berduid dan ada juga daerah-daerah kumuh yang di huni oleh golongan elit (alias ekonomi sulit) hehe.

dari situ entah kenapa jadi kepikir akan diri sendiri..begitu banyak hal-hal yang sudah terlewati sepanjang perjalanan idup yang udah lewat seperempat jalan ini.
hati bergumam : "kayanya banyak ga enaknya dari pada enaknya"
lebih banyak kulewati dengan tangis daripada dengan tawa, lebih banyak meringis daripada nyengir..
lebih banyak sedihnya daripada cengengesan nya.
tapi sih kutepis cepat rasa sesal yang datang itu.. berbalik jadi teringat suatu moment dimana pada waktu itu aku mendapatkan sesuatu yang aku pikir itu salah satu "key of life" ( ce ileee gaya pisan lo )
tapi srius.. critanya waktu itu tahun 2001 di bandung, lebih tepatnya sih di lembang ( bandung naik lage ke atas ).
pokoknya ringkas crita, sore itu ( lupa harinya hari apa ) aku duduk2 di atas bukit kecil di daerah maribaya lembang. dari situ pemandangan terhampar luas..termasuk kota bandung dapat diliat samar-samar ( cuma kliatan genteng2 rumahnya doank ).
suddenly ( ceh..sok inggris ) ..

aku jadi berpikir demikian : "kok aneh ya bumi ini dilihat dari atas ( pada saat itu kan aku duduk di atas bukit) klihatan indah..padahal bentuknya gak rata..ada benjolan, ada laut, ada lembah, ada juga datarannya.. ada berbelok-beloknya, ada gunung, ada yang hijau, ada yang tandus, dll"
tapi ya kok indah gitu loh?? hmm..seringkali kita manusia cuma berpikir kalo yang enak atau yang indah itu yah yang lurus2 saja.. hidup tuh enak kalo ga ada masalah, lempeng, lancar, duid banyak, pengen ini pengen itu tinggal beli, pengen punya pacar tinggal milih, pengen makan yang enak tinggal tlp 14045 ( heheh), dll.. pokoknya yang lancar2 n lurus itu ENAK n org berpikir bahwa itu adalah hidup yang iINDAH.

lah pernah ada satu temen ku, dia anaknya org kaya blg bgini "stev hidup ini indah ye..?" aku ga jawab pernyataan sekaligus pertanyaan itu.. cuma kujawab dalam hati "ya iya lah lo bisa blg gitu..duid lo banyak, mau apa aja bisa" lah gmn dengan org lain?
dalam hal ini gak kusalahkan juga org tersebut..semua org berhak berkata hidup ini indah.
maksudku adalah bagi mreka atau bagi kawan-kawan sekalian yang biasanya dalam hidup ini kebanyakan ngalamin yang ga enaknya dari pada enaknya.. lebih sring ga punya duid daripada punya duid, lebih sring ditinggal pacar dari pada dapet pacar, lebih sring menangis dari pada tersenyum..
ada satu hal yang bisa kita dapatkan dari cerita ketika aku duduk di atas bukit dan memandangi pemandangan di bawahnya tersebut. yaitu betapa kita harus dapat mencoba untuk mencari sisi mana dari kehidupan ini bahwa itu adalah sebuah keindahan dalam hidup.
percaya gak percaya.. justru masalah, belokan-belokan, rintangan-rintangan, atau apapun yang kita pikir itu tidak mengenakan dalam hidup ini, justru itulah yang membuat kehidupan itu sendiri menjadi indah.
tergantung dari usaha anda sendiri untuk mencoba memaknai hidup yang anda jalani itu sendiri bahwa HIDUP INI INDAH..
salah satu caranya yah dengan BERSYUKUR.. itu obat paling murah dan terjangkau untuk mengobati setiap rasa sakit,sedih,kehilangan,ben
ci,amarah,ditinggal,dan apapun juga yang ga enak ga enak dalam hidup ini.
dengan BERSYUKUR kita dapat melihat bahwa setiap ketidak lurusan jalan hidup yang kita sedang jalani ini justru itu yang membuat nya menjadi indah.
toh secara gak sadar.. biasanya ketika kita ini sedang menghadapi masalah yang berat kita akan merasa ..Dohh.. diri ini paling susah sedunia, paling sepi, paling merana, dll. tapi pernahkah kita terpikir.. bahwa masa-masa sulit sebelumnya, dmn kita merasakan (bahwa kita yang paling susah,dll itu) telah dapat kita lewati!?? dan kita telah sampai di hari ini.. dengan masalah yang mungkin saja sama dengan yang pernah kita hadapi, atau mungkin juga berbeda dan tentunya mempunyai pemecahan dengan cara yang berbeda pula..
mau gak mau..toh kita harus mengerti bahwa tidak ada masalah yang tak ada jawabannya.. semua punya jawaban. amen..

- an -